Kisah Sukses Perempuan Hebat (24)

Sukses Membeli Mimpi Hanya dengan Sepaket Glutera

MERAIH MIMPI: Fatimah dan suaminya berhasil meraih cita-cita keluarga. (foto: gluteranews)
MERAIH MIMPI: Fatimah dan suaminya berhasil meraih cita-cita keluarga. (foto: gluteranews)

Tak sedikit perempuan-perempuan hebat sukses dalam usaha berbasis jejaring (networking) di Indonesia. Bukan hanya rupiah yang didapat, tapi juga ilmu dan sahabat yang cukup banyak di seantero nusantara. Luar biasa! Yang menarik, banyak di antara mereka adalah ibu rumah tangga. Siapa saja mereka? TIMESINDONESIA bekerja sama dengan PT Glutera Indonesia akan menulis secara bersambung kisah-kisah inspiratif perempuan Indonesia yang sukses di bisnis networking. Berikut bagian ke-24 kisah sukses mereka.

***

Dalam rumah tangga, kerjasama apik antara suami-istri akan membuahkan hasil luar biasa. Meski itu harus dilalui dengan berdarah-darah dan babak belur. Tapi, jika selalu bersikap optimis untuk sukses, niat kuat, doa khusyuk, dan kerja keras, panen akan didapat di kemudian hari.

Inilah pula yang dialami Fatimah Syafiq, ibu rumah tangga yang kini tinggal di Martapura, Kalsel. Memulai hidup berumah tangga di Sangatta, Fatimah dan suaminya selalu bertekad hidup lebih baik.

’’Di Sangatta, suami saya kerja di perusahaan swasta Radio Komunikasi. Keinginan kuat kami untuk berkembang akhirnya membawa kami ke Martapura. Suami pindah kerja di sana,’’ ujar Fatimah. 

Memang, kala itu, keinginan Fatimah untuk bisa sama-sama kerja di tempat baru sangat besar. ’’Kalau sama-sama kerja, kan saya bisa membantu income keluarga. Kasihan melihat pekerjaan suami yang ekstra. Bekerja di ketinggian, jarang ketemu, saat weekend lembur. Kadang dini hari pun harus on call dan kerja,’’ paparnya.

Demi meringankan beban suami, Fatimah pun memulai usaha jualan jilbab di rumahnya. Ia juga jualan keliling di pasar-pasar . Sementara sang suami tetap kerja sesuai hobinya, sebagai pekerja di Radio Komunikasi Service.

Siang malam Fatimah selalu memikirkan usahanya. Pasar Martapura sudah ia kelilingi untuk mencari pelanggan jilbabnya. Bahkan tak jarang keliling kota untuk menambah omsetnya.

’’Orang bilang saya ini PNS lho. Bukan pegawai negeri sipil, tapi pencari nafkah serabutan hehehe,’’ kelakar Fatimah yang murah senyum ini.

Pekerjaannya yang menantang matahari dan debu jalan membuat Fatimah bermasalah dengan wajahnya. Tipe kulit wajahnya yang berminyak, membuat debu dengan mudah menempel di wajahnya. Ia pun berjerawat jerawat dan mengalami penuaan dini.

Belum lagi alergi kulit yang selalu menderanya. Maka, gatal-gatal dan iritasi selalu menghantui Fatimah.  ’’Pernah punya pengalaman menyedihkan.  Saat bikin SIM di Sangatta, aadminnya lihat KTP dan nyeletuk; Oh kelahiran 84 ya, kok sudah kayak ibu-ibu. Duh sakitnya tuh di sini,’’ kenang Fatimah yang kini berusia 31 tahun ini.

Faktor itu pula yang membuat Fatimah ingin berubah. Termasuk kerja keras jualan jilbab di Martapura. Namun, beberapa waktu berlalu, usaha Fatimah tak kunjung membuahkan hasil.

Kendati begitu, ia tak putus asa. Dan Tuhan pun akhirnya menunjukkan jalan atas ikhtiar dan kerja keras Fatimah. Pada tengah 2014, secara tak sengaja Fatimah kenal dengan Elly Rio dan Tyas Dedy, leader Glutera di Banjarmasin.

Mendapat penjelasan dari Elly Rio dan Tyas Dedy, Fatimah pun tertarik membeli satu paket Glutera. ’’Terpaksa deh pakai uang modal jualan jilbab. Ya hitung-hitung aku konsumsi sendiri,’’ katanya.

Setelah merasakan manfaatnya yang terasa langsung ke dalam, Fatimah pun bersemangat. Apalagi ia merasakan badannya jadi lebih enakan. Tidak gampang capek, bangun tidur juga segar.

’’Dulu sering sakit di tumit kaki, di rumah harus pakai sandal. Suami jadi makin manja dan sering memuji. Kadang saya sampai kaget segitunya Glutera,’’ tutur Fatimah.

Sejak merasakan manfaatnya itu, ia pun mulai membuka diri untuk cerita tentang Glutera. Beberapa langganan jilbabnya diceritai manfaat jilbab.

’’Saya ini suka online di Facebook dan BBM. Saya pasang DP. Dari situ banyak yang nanya Glutera. Akhirnya beberapa teman beli. Dari sinilah saya merasakan manfaat ganda Glutera. Bisa cantik dan duit mengalir,’’ tandasnya.

Merasa  ada keuntungan finansial juga, akhirnya Fatimah mantap melangkah bersama Glutera bersama para Gluvers semua. Bahkan sang suami mendukung langkahnya. Tak jarang pula sang suami ikut turun membantu.

Glutera di tangan Fatimah pun laris manis. Dan tentu, rupiah pun mengalir deras. Besarnya juga jauh di luar perkiraannya.

Sejak itu, Fatimah fokus mengerjakan Glutera. Ia berhenti jualan jilbab keliling. ’’Kami pun bertekad ingin maju. Tangan saya digenggam erat oleh suami, di situ kami sepakat meraih satu mimpi bersama Glutera,’’ kenang Fatimah terharu.

Hujan panas tak mereka rasakan demi mengantar pesanan Glutera. Setelah fokus 8 bulan, Fatimah pun merasakan berkah yang luar biasa. ’’Kalau enam bulan lalu saya mengantar pesanan pakai motor, sekarang sudah mengantar pakai roda empat. Baru lagi. Terima kasih Ya Allah. Terima kasih para leader dan manajemen Glutera,’’ ujar Fatimah gembira. (*)

Rochmat Shobirin
Rochmat Shobirin
Jurnalis di media online TIMES Indonesia sejak 2014 I Twitter: @timesindonesia I Email: redaksi@timesindonesia.co.id

Komentar Anda

Redaksi: redaksi[at]inatimes.co.id

Informasi pemasangan iklan
hubungi : marketing[at]inatimes.co.id | glutera[at]inatimes.co.id