Catatan Ringan Andri Ariestianto

Antara Buku, Ilmu, dan Cerita Mas Bro

Ilustrasi (gluteranews)
Ilustrasi (gluteranews)

JAKARTA - Banyak Gluver yang tanya ke saya. ’’Mas Bro (Andri Ariestianto), kenapa kok ilmunya dibuka-buka semua? Kan nanti follower bisa ambil.’’

Saya bilang, saya tidak buka ilmu. Saya cuma cerita-cerita aja. Ya kayak presentasi Glutera gitu. Cerita-cerita.

Lalu, teman-teman pengusaha juga bilang ke saya. ’’Buat apa buka-buka gitu ke orang banyak, kan sama aja buka rahasia.”

Dari dua pertanyaan itu, izinkan saya bercerita. Saat kuliah dulu saya banyak waktu kosong. Sehari kuliah paling 3-5 jam. Kebiasaan saya mulai kecil terus berjalan. Apa? Baca buku hehehe.

Duit kiriman ortu habis buat beli buku macam-macam. Wis pokoknya buku. Nah, dari macam-macam buku yang saya baca, sampai detik ini saya BBM Anda (13 Juni 2016) saya ada 703 buku yang berhasil saya simpan. Lainnya entah ke mana.

Di Glutera ini, saya baru bagi-bagi cerita cuma dari 7 buku. Itu pun belum habis-habis juga. Masih banyak bab-bab yang lain.

Saya terakhir beli buku, beberapa hari sebelum HUT Glutera ke 4. Sampai detik ini belum beli lagi. Buku sementara cukup dulu. Mata juga sudah tidak kayak zaman sekolah dulu.

Buku Menggambar, Design, Ternak Ayam, Ternak Jangkrik, Cewek Sexy, Buku Mobil, Rumah, Biografi, Wayang, Sejarah, Filsafat, Politik, dan buku Kitab-Kitab Suci beberapa agama. Ya sekadar baca-baca aja. Kan kuliah waktunya banyak kosong.

Ada teman satu kos saya bilang. "Andri, kamu ini gila, buku-buku kitab suci agama lain kamu baca. Baca kitab suci agamamu saja. Kamu bisa gila lho lama-lama!".

Saya cuma bilang, "Yang gila itu ya kam, punya agama tapi ndak pernah baca kitab sucinya!" (Mohon maaf, jangan dibantah dulu ya, tapi dipikir).

Dari banyak buku tersebut, banyak sekali rumus-rumus yang saya temukan. Maksudnya, rumus-rumus itu sudah diketemukan. Saya cuma baca doank lho. Hehehe.

Persis kayak kita presentasi Glutera terus bilang tentang Jurnal Medis Pubmed. Kita hanya membaca saja dan menyampaikan. Kita bukan penelitinya.

Terus saya praktikkan alias action. Begitu terbukti, baru saya ceritakan. Saya tidak berani cerita sebelum saya buktikan.

Dulu jaman kuliah, saya sering ngobrol sama almarhum bapak saya. Kebetulan seorang PNS. Ngobrol sana sini, tentang orang kaya, orang sukses, dan sebagainya.

Almarhum Bapak cuma bilang; "Kamu ini gedabrusss!" (Gedabrus dalam bahasa Jawa artinya  ngomong tok, tanpa ada bukti).

Walah! Wong duit kuliah masih minta dikirimin, tapi gayanya ngomong tentang uuooorang kaya. Coba kalau dulu ada Glutera, apa ndak Bapak saya diajarin up-linenya ngomong; "uoorang kayaa".

Kalau ingat itu, kadang ngakak sendiri. Padahal beliaulah yang mulai saya SD nyodorin buku terus-menurus. Salah satunya Buku Wayang karangan R.A. Kosasih ada 42 buku tebal. Buku-buku sejarah dan sebagainya. Bayangin anak kecil SD sudah dijejalin buku-buku tebal.

Sayang beliau keburu dipanggil Yang Maha Kuasa, saat awal-awal saya menjalankan Glutera. Dalam hati saya cuma bilang; "Pak, buku saya sekarang lebih banyak dari pada punya bapak."

Jadi sekali lagi mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, jika saya membagi bagi cerita (orang lain bilang ilmu, saya bilang cerita). Tidak ada tujuan lain selain mencoba berbagi. Siapa tahu bermanfaat. Itu aja, tidak lebih.

Selamat beraktivitas. Dan jangan lupa nilai tambah dan faktor kali dimainkan ya Beib! (*)

Rochmat Shobirin
Rochmat Shobirin
Jurnalis di media online TIMES Indonesia sejak 2014 I Twitter: @timesindonesia I Email: redaksi@timesindonesia.co.id

Komentar Anda

Redaksi: redaksi[at]inatimes.co.id

Informasi pemasangan iklan
hubungi : marketing[at]inatimes.co.id | glutera[at]inatimes.co.id